LeTs Join!!!

GeT THE  Information Here..........!!

Minggu, 21 Juni 2009

LOGAM, METALLOID dan NONLOGAM


Pada table periodik kita dapat mengelompokkan unsur secara umum menjadi 3 kelompok :

· Bagian kiri tabel periodik kita menemukan logam

· Bagian kanan atas adalah nonlogam

· Metalloid (sifatnya antara logam dan nonlogam) ditemukan pada posisi tertentu, dari Boron sampai Astatin ( B, Si, Ge, As, Sb, Te, Po, Al).

Sifat Fisika Logam :

1. Kristal logam merupakan struktur elektronik dari Kristal atom logam yang memiliki energi ionisasi yang rendah, oleh karena itu atom logam cenderung melepaskan elektronnya dengan mudah. Logam cenderung melepaskan elektron daripada menangkap elektron/berikatan dengan lainnya untuk mencapai stabil.

2. Logam mengkilat

Logam akan memantulkan sinar yang datang dengan panjang gelombang dan frekuensi yang sama.

3. Logam dapat menghantarkan panas ketika dikenai sinar matahari, sehingga logam akan sangat panas (terbakar), tetapi nonlogam hanya terasa hangat. Hal ini disebabkan karena energy kinetik dihantarkan secara cepat melalui electron.

4. Malleability

Yaitu kemampuan logam untuk ditempa/dirubah menjadi bentuk lembaran. Sifat ini digunakan oleh Blacksmith untuk membuat sepatu kuda dari batangan logam. Gulungan baja (besi) penggiling menggunakan sifat ini saat mereka mengulung batangan baja menjadi lembaran tipis untuk pembuatan alat-alat rumah tangga.

5. Ductility

Kemampuan logam dirubah menjadi kawat. Kawat Cu dirubah menjadi lebih tipis dan tipis lagi.

6. Titik leleh yang tinggi

Titik leleh paling rendah adalah -38,9o C (digunakan sebagai cairan dalam termometer. Tungsten memiliki TL yang paling tinggi, 3400oC (digunakan sebagai kawat pijar dalam bola lampu).

· IA umumnya TL rendah , Na (98oC)

· IIA lebih tinggi TL dibanding IA, hal ini disebabkan karena muatan IIA lebih besar (+2) dalam kristal (kation) sehingga lebih banyak lautan elektronnya (lebih kuat/rapat) dibanding +1 (IA) dalam Kristal.

· Logam Transisi ( Periode IV) : TL nya bervariasi , meningkat dari Sc, Ti, V, Cr, lalu menurun di Mn, perlahan meningkat ke Fe, lalu turun lagi ke Co, Ni, Cu, Zn.

Variasi ini disebabkan karena adanya elektron d yang tidak berpasangan dalam atom dan disebabkan adanya derajaat kovalen yang muncul.

· Logam Transisi ( periode VI ) : TL tertinggi adalah Lanthanum

Sifat titik leleh menunjukkan kekerasan logam (hardness), TL yang tinggi artinya logamnya keras, TL rendah artinya logamnya lemah. Logam transisi yang berada di tengah (Cr, Fe, sering digunakan karena keras dan kuat).

Sifat Kimia Logam :

1. Mudah dioksidasi

Beberapa logam seperti Gold (emas) dan Pt, tahan terhadap oksidasi, dan digunakan sebagai perhiasan. Logam-logam ini disebut logam mulia.

Cara melihat kemudahan Oksidasi Logam :

1. Reaksi dengan Asam (Hidrogen sebagai pengoksidasi)

Logam IA dan IIA

Logam IA : adalah logam sangat reaktif bereaksi dengan H2O

2Na(s) + 2H2O menghasilkan 2 NaOH(aq) + H2(g)

Dalam satu golongan, semakin kebawah akan semakin kuat (reaktif).

Logam IIA :

· Kurang reaktif dibandingkan IA (karena Energi Ionisasinya lebih besar untuk melpaskan 2 elektron terluar)

· Ca, Sr, Ba, Ra, bereaksi lambat dengan air

· Mg kurang reaktif (tidak bereaksi dengan air), karena dilapisi oleh oksigen pada permukaannya

· Be lebih kurang reaktif dibanding Mg

Logam Transisi

· Periode 4 bereaksi (larut) dalam asam (HCl dan H2SO4)

Mn(s) + 2HCl(aq) menghasilkan MnCl2(aq) + H2(g)

Zn(s) + HCl(aq) menghasilkan ZnCl2(aq) + H2(g)

Pengecualian :

Cu, Ag, Hg Tahan terhadap asam (HCl dan H2SO4), larut dalam HNO3

( tergantung konsentrasi ).

Cu + 2NO3- + 8 H+ menghasilkan 3Cu2+ + 2 NO + 4H2O (HNO3)

Cu + 2NO3- + 4H+ menghasilkan Cu2+ + 2NO2 + 2H2O (HNO3pekat)

Pt, Ir, Au; tahan terhadap asam (HCl, H2SO4, HNO3), tapi larut dalam aqua regia (HClpekat + HNO3 pekat)

2. Tingkat Oksidasi Logam

Tingkat oksidasi suatu logam tergantung pada konfigurasi elektronnya.

· Golongan IA dan IIA : memiliki 1 tingkat bilangan oksidasi

· Golongan IIIA, IVA, VA : 2 tingkat oksidasi, yaitu hilangnya elektron dari p dan hilangnya electron dari p dan s.

“Semakin rendah tingkat oksidasi, maka akan semakin stabil”.

Contoh :

Golongan IIIA : Al (3+), Talium (+1 dan +3), pada Talium +1 lebih stabil dibandingkan +3

· Logam transisi memiliki tingkat oksidasi yang banyak. Unsur ini memiliki electron d yang setengah penuh, electron yang lepas selalu dari kulit yang terluar (electron di s keluar terlebih dahulu)

Contoh :

Fe [Ar] 3d6 4s2

Fe2+ [Ar] 3d6

3 komentar:

  1. kk'
    perkenlakan namaku munawir
    e-mail = akhsaban@yahoo.com

    bisakah aku bertanya tentang kimia ??

    kalu boleh inilah pertanyaan saya =
    unsur diatomik itu apaan ?
    contoh - contoh non logam yang berbentuk cair, gas, dan padat

    BalasHapus
  2. assalamualaikum adik...!!sebelumnya kk minta maaf nich...,commentnya baru dibalas..., karena ada kesibukan tertentu.
    adik2 semua boleh bertanya apa saja...,pastinya tentang kimia, nanti kk akan ushkan mencrikan solusi..
    1. molekul diatomik adalah molekul yang mengandung hanya dua atom saja. contoh : O2, Cl2, Br2, N2
    2. senyawa nonlogam yang berwujud :
    a. gas : O2, N2
    b. cair : Br2 (pada suhu kamar), berwarna merah gelap, mudah menguap membentuk uap warna orange
    c. padat : Karbon (C), I2(pada suhu kamar, berwarna ungu tua, mudah menguap menjadi uap warna ungu.

    BalasHapus
  3. kak, mau nanya..
    dalam tabel periodik, unsur-unsur manakah yang umumnya berbentuk logam, nonlogam, dan metaloid?

    BalasHapus

Pengikut